4 Kebiasaan Buruk dalam Berkomunikasi ini Wajib Dihindari!

Komunikasi merupakan suatu hal yang amat penting dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai makhluk sosial, tentu saja manusia sangat membutuhkan jalinan hubungan antara satu orang dengan yang lainnya, baik itu keluarga ataupun kerabat. Namun, beberapa orang masih merasa memiliki kebiasaan buruk pada saat berkomunikasi sehingga menimbulkan ketidaknyamanan dalam situasi sosial. Apa saja kebiasaan buruk itu?

Kebiasaan Buruk dalam Berkomunikasi #1: Sibuk dengan Gadget

Teknologi tidak hanya memberikan segudang manfaat bagi manusia, tetapi juga memberikan masalah apabila tidak digunakan dengan bijak. Ya, tidak dipungkiri lagi bahwa kita dapat melihat bagaimana orang-orang sibuk dengan gadget-nya masing-masing padahal ia sedang bersama dengan orang lain. Jangan pernah sibuk atau fokus ke dalam gadget yang anda miliki pada saat orang lain sedang berbicara atau membutuhkan anda sebagai pendengar ceritanya. Letakkan gadget anda atau letakkan ke dalam tas / saku. Memainkan gadget ketika sedang bersama dengan orang lain adalah hal yang menyebalkan.

(Baca: cara menghilangkan kebiasaan buruk ala buku “Trigger”)

Bagaimana cara mengatasinya? Kebiasaan adalah sebuah perilaku yang dilakukan berulang-ulang. Mulailah dari sekarang untuk langsung menaruh ponsel ke dalam saku atau tas anda ketika seseorang mengajak anda berbicara.

Kebiasaan Buruk dalam Berkomunikasi #2: Membicarakan Diri Anda Sendiri

Apa topik yang biasanya anda bicarakan dengan teman-teman anda? Apapun itu, jangan sampai anda membicarakan diri anda sendiri terus-menerus sehingga lawan bicara anda merasa tidak dihargai. Jangan terlalu mendominasi atau terus menerus membicarakan diri anda sendiri. Berkomunikasi merupakan hubungan dua arah di antara dua orang atau lebih, sehingga apabila komunikasi yang terjadi hanyalah satu arah, maka salah satunya akan merasa tidak dihargai. Lagipula, siapa juga yang senang berbicara dengan orang yang selalu membicarakan dirinya sendiri saja?

Untuk mengatasinya, mulailah dengan membicarakan tentang lawan bicara anda terlebih dahulu. Siapa sih yang tidak suka diajak berbicara tentang dirinya sendiri? Anda bisa mencari tahu hal kecil tentang dirinya dan kita angkat menjadi topik pembicaraan. Misalnya: pekerjaan, keluarga, anak, hobi, dan sebagainya.

Kebiasaan Buruk dalam Berkomunikasi #3: Memotong Pembicaraan

Apakah pembicaraan anda pernah dipotong oleh orang lain? Bagaimana rasanya? Saya rasa tidak ada yang suka apabila pembicaraanya dipotong oleh orang lain, oleh karena itu kita harus menjaga ucapan kita agar tidak memotong ucapan orang lain yang sedang berbicara. Biarkan ia menyelesaikan pembicaraannya sebagai tanda bahwa kita menghargainya, kemudian baru kita menyampaikan pemikiran kita. Memotong pembicaraan orang lain bisa menyebabkan ia merasa tidak dihargai dalam berbicara.

Sebagai cara untuk mengatasi, anda mulai harus mengontrol diri anda sendiri. Ketika orang lain masih sedang berbicara, tahanlah diri anda untuk memberi tanggapan. Tunggu lawan bicara anda selesai mengungkapkan pendapatnya, baru anda berkomentar.

Kebiasaan Buruk dalam Berkomunikasi #4: Memakai Istilah Tertentu

Apakah anda mengenal Vicky Prasetyo? Apa yang membuat ia viral dan dibicarakan oleh orang banyak? Tentu saja, karena ia sering menggunakan istilah-istilah tertentu dalam berbicara, yang membuat orang-orang merasa lucu dengannya. Sekarang bayangkan, bagaimana bila lawan bicara anda terus menggunakan istilah-istilah tertentu yang tidak diketahui banyak orang kepada anda? Bisa jadi anda merasa bodoh atau orang tersebut terlalu “norak”. Demikian pula dengan anda, jangan sampai anda memunculkan kesan sok pintar atau norak karena sering menggunakan istilah-istilah tertentu dalam berbicara. Selain itu, ada kemungkinan pula lawan bicara anda menjadi tidak mengerti apa yang anda bicarakan.

Lalu, bagaimana solusinya? Saya rasa hal ini tidak sulit untuk diatasi. Anda hanya perlu memahami bahwa anda tidak akan terlihat pintar hanya karena anda menggunakan istilah-istilah tertentu. Sebaliknya, anda justru akan dianggap cerdas apabila anda mampu menjelaskan suatu hal dengan kata-kata yang sederhana. Sesuai dengan kata Einstein, anda dianggap sudah memahaminya apabila dapat menjelaskannya secara simple.

Keempat kebiasaan buruk tersebut harus kita hindari agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga kita bisa berkomunikasi dengan semakin baik dengan orang-orang di sekitar kita!

Berlangganan dan Download E-Book Berkualitas dari Blog Psikologi, Gratis!

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *