Benarkah Kebiasaan Terbentuk Selama 21 Hari? Sanggahan dan Penjelasannya…

Dalam berbagai seminar maupun pelatihan pengembangan diri, sering disampaikan informasi bahwa untuk membentuk sebuah kebiasaan dibutuhkan waktu selama kurang lebih 21 hari.

Pertanyaannya, benarkah informasi tersebut? Apa dasar ilmiah dari pernyataan tersebut?

Setelah melakukan penelusuran, ternyata informasi bahwa kebiasaan terbentuk selama 21 hari pertama kali disampaikan oleh Maxwell Maltz, seorang dokter bedah yang menulis buku “Psycho-Cybernetics”.

Analisa Dr. Maltz bermula ketika ia mengamati pola-pola tertentu pada pasiennya. Misalnya, ketika ia melakukan operasi pada hidung pasiennya, ia menemukan bahwa pasiennya membutuhkan waktu sekitar 21 hari hingga terbiasa dengan bentuk hidung barunya. Kemudian ketika Dr. Maltz mengobservasi pasien yang mengalami amputasi kaki atau lengan, ia mengamati bahwa pasien tersebut akan mengalami “phantom limb” dan membutuhkan waktu sekitar 21 hari hingga terbiasa dengan kondisi barunya itu. Dalam buku Psycho-Cybernetics, Dr. Maltz mengatakan:

“… dan banyak fenomena lain yang diobservasi secara umum cenderung menunjukkan bahwa butuh minimal sekitar 21 hari untuk menghilangkan gambaran mental yang lama dan mengentalkan (gambaran mental) yang baru.”

(Baca juga: tips sederhana untuk mengatasi kebiasaan menunda)

Dan dari sanalah informasi bermula. Motivator dan pembicara seminar pengembangan diri terkenal seperti Tony Robbins, Zig Ziglar, dan Brian Tracy kemudian menggunakan pernyataan tersebut untuk menyampaikan bahwa sebuah kebiasaan membutuhkan waktu minimal 21 hari untuk terbentuk. Tetapi masalah dimulai dari sini, orang-orang hanya mencatat 21 harinya, dan tidak menyampaikan bahwa 21 hari itu adalah angka minimal.

Jadi, Dr. Maltz mengatakan bahwa dibutuhkan minimal 21 hari untuk membentuk kebiasaan baru, namun pernyataan tersebut berubah menjadi “butuh 21 hari untuk membentuk kebiasaan baru”.

Namun apakah pernyataan Dr. Maltz tersebut benar? Apakah sudah ada bukti ilmiah yang mendukungnya?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Phillipa Lally dan koleganya , yang kemudian dipublikasikan pada tahun 2009 pada European Journal of Social Society, menemukan bahwa sebuah kebiasaan terbentuk sekitar 18 hingga 254 hari. Dan bila dirata-ratakan, dibutuhkan sekitar 66 hari untuk membentuk kebiasaan baru. Dengan kata lain, dibutuhkan lebih dari 2 bulan hingga sebuah perilaku menjadi otomatis di dalam mental kita. Bukan 21 hari.

Dari sini kemudian kita mengetahui bahwa butuh 2 hingga 8 bulan untuk mengubah kebiasaan. Berarti, apabila kita baru berusaha 2-3 minggu untuk mengubah kebiasaan dan masih belum berhasil, hal itu adalah wajar. Jangan cepat menyerah dan merasa putus asa karena menggunakan patokan 21 hari tersebut.

Dan, di awal tahun 2019 ini, kebiasaan baru apa yang ingin anda bentuk?

(Baca juga: tips agar resolusi tahun baru bisa lebih baik)

Written by Garvin

Psikolog dan dosen psikologi di salah satu universitas swasta di Jakarta Utara.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *