Pahami Lingkaran Kebiasaan Kita, Jika ingin Berubah Menjadi Lebih Baik!

Kita semua terperangkap dalam rutinitas sehari-hari yang tidak terlalu kita pikirkan. Hal-hal seperti menyikat gigi, menuangkan secangkir kopi, dan bahkan menekan tombol yang sama pada lift di tempat kerja. Semua ini adalah rutinitas yang sederhana dan mendasar yang kita semua lakukan setiap hari, tetapi berapa banyak dari kebiasaan-kebiasaan itu yang benar-benar pro-aktif? Berapa banyak dari kebiasaan-kebiasaan kita yang bersumbangsih besar bagi kemajuan hidup kita dan memberikan rasa puas di penghujung hari? Mari kita luangkan waktu sejenak untuk berpikir tentang semua rutinitas yang kita lakukan setiap hari.

Rutinitas bisa sangat bermanfaat atau sangat merugikan bagi hidup kita.

Ambil contoh, misalnya, secangkir kopi. Mungkin beberapa dari kita meminum secangkir kopi sebelum bekerja. Itu menjadi kebiasaan kita. Sayangnya, kafein dalam kopi dapat membuat perubahan berbahaya pada sistem adrenalin Anda. Pada waktunya, kafein dapat menyebabkan ketergantungan atau bahkan kecanduan.

Kebiasaan sederhana dapat mengambil alih kehidupan kita – entah itu baik atau buruk.

Memahami bagaimana kebiasaan terbentuk adalah salah satu cara terbaik yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan produktivitas dan memiliki kehidupan yang lebih menyenangkan.

Kebiasaan Terbentuk pada Siklus Cue-Routine-Reward

Lingkaran Kebiasaan atau Habit Loop merupakan konsep yang dicetuskan oleh Charles Duhigg dalam bukunya yang berjudul “The Power of Habit”. Dalam buku tersebut, Duhigg menjelaskan bahwa kebiasaan terjadi karena adanya siklus yang terdiri dari (1) cue – isyarat atau pertanda, (2) routine – rutinitas atau perilaku yang kita lakukan ketika pertanda itu muncul, dan (3) reward – hadiah yang kita dapatkan setelah melakukan routine itu. Saya sengaja tetap menggunakan istilah aslinya dalam artikel ini agar kita bisa lebih mudah memahami mekanismenya.

Pada dasarnya, kebiasaan merupakan sebuah jalan pintas menuju sebuah proses yang membutuhkan lebih banyak pemikiran dan perhatian. Kita membentuk kebiasaan agar tidak perlu berpikir terlalu panjang dan tidak perlu menaruh perhatian yang besar pada suatu hal. Misalnya, ketika kita menyetir mobil dari rumah menuju tempat kerja. Pikiran kita membentuk kebiasaan agar kita tidak perlu terus-menerus memikirkan cara untuk membuka pintu mobil, cara untuk menyalakan mesin mobil, kemudian bagaimana menggerakkan mobil kita, hingga belokan-belokan yang harus kita tempuh hingga bisa tiba di kantor dengan tepat waktu. Pikiran kita akan kelelahan bila harus menaruh perhatian pada masing-masing proses berkendara itu. Oleh karena itu munculah kebiasaan, yang merupakan jalan pintas dalam pikiran kita.

Melalui pengulangan yang berulang-ulang, kita mengajarkan diri kita untuk menemukan jalan pintas kecil tersebut. Kita menjadi tidak perlu terus-menerus berpikir atau menaruh perhatian besar dalam semua aktivitas yang sudah rutin kita lakukan. Proses untuk memiliki sebuah kebiasaan hanya akan terjadi bila kita memiliki “cue” atau isyarat tertentu.

Beginilah siklus atau lingkaran kebiasaan bekerja:

  • Cue atau isyarat adalah pemicu untuk melakukan kebiasaan itu.
  • Routine atau rutin adalah perilaku yang kita lakukan ketika pemicu itu muncul.
  • Reward atau hadiah adalah sesuatu yang menyenangkan yang kita peroleh. Perasaan ketika mendapatkan hadiah mengaktifkan amygdala dan mengirimkan gelombang kebahagiaan, baik itu kecil atau besar.

Contoh: Ketika Donny selesai bekerja dan pulang ke rumah, ia duduk di sudut ruangan favoritnya, menyeduh secangkir kopi kesukaannya, dan membaca koran. Kemudian Donny mulai bersantai dan menikmati istirahatnya.

  • Cue: Tiba di rumah.
  • Routine: duduk di sudut ruangan favoritnya, menyeduh secangkir kopi kesukaannya, kemudian membaca koran.
  • Reward: rasa santai, tenang, aroma kopi yang harum, dan informasi terbaru dari bacaannya.

Untuk mengubah dan memahami kebiasaan, kita perlu melakukan interupsi saat cue hadir dan menyediakan reward yang berbeda.

Begini Caranya…

Ketika Donny tiba di rumah seperti biasanya, kali ini dia tidak duduk di tempat favoritnya. Ia langsung ke kamar mandi sambil membawa koran, kemudian ia menikmati rasa santai dari berendam di bathtub sambil membaca koran.

Dengan ini, ia tetap bisa merasa rileks dan tenang, tetapi tanpa harus mengonsumsi kopi di malam hari – minuman yang bagi sebagian orang dapat mengganggu jam tidur dan menimbulkan ketergantungan.

Mungkin bagi sebagian orang melakukan perubahan kebiasaan seperti ini nampak sangat sederhana, namun sebenarnya sebuah kebiasaan kecil bisa memberikan dampak yang besar dalam hidup kita.

Ambil contoh, seorang karyawan yang setiap hari menggunakan lift di tempat kerjanya. Ia bisa mengganti rutinitasnya dengan menggunakan tangga untuk naik ke ruang kerjanya, sehingga ia bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan mendorong penurunan berat badannya. Itulah hadiah yang ia dapatkan: penurunan berat badan dan vitalitas.

Memahami tiga komponen utama dari lingkaran kebiasaan merupakan hal yang sangat penting untuk membentuk rutinitas yang baru bagi anda. Ketika anda mampu menginterupsi kebiasaan-kebiasaan yang anda anggap buruk, anda dapat mengubah kebiasaan anda untuk mendukung tujuan hidup anda dan membuat hidup menjadi lebih baik.

Berlangganan dan Download E-Book Berkualitas dari Blog Psikologi, Gratis!

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *