Mengapa Kita Sering Gagal Membentuk Kebiasaan Positif?

Ini faktanya: lebih dari 80% orang gagal dalam mewujudkan resolusi tahun barunya, jutaan orang ingin memiliki kebiasaan yang lebih baik tapi gagal melaksanakannya, dan entah berapa banyak orang lagi yang merasa bahwa ia bisa menjadi lebih baik tetapi tidak pernah terjadi.

Kita selalu ingin memiliki kebiasaan yang lebih baik daripada sebelumnya, tetapi keinginan tersebut tidak selalu terwujud. Kegagalan dalam membentuk kebiasaan positif sering membuat kita merasa putus asa atau merasa tidak berdaya. Kita pun berdalih, “Mungkin memang saya tidak memiliki kemampuan untuk menjadi lebih baik.” Buang jauh-jauh pemikiran itu! Kebiasaan merupakan sesuatu yang bisa dibentuk. Perilaku dan kebiasaan merupakan topik-topik yang sudah diteliti selama lebih dari ratusan tahun sehingga sesungguhnya dengan mengetahui cara kerja perilaku dan kebiasaan kita, maka kita bisa mentransformasi diri kita menjadi lebih baik!

(Baca: 3 Tips Mengubah Perilaku ala Buku Trigger)

Berdasarkan berbagai literatur yang sudah saya baca terkait dengan kebiasaan, setidaknya ada 3 alasan yang membuat kita gagal membentuk kebiasaan positif kita, yaitu:

1. Tujuan Kita Kurang Spesifik

Apa kebiasaan yang ingin anda miliki? Ada yang ingin menjalani hidup dengan lebih sehat, ada yang ingin rutin berolahraga, ada yang ingin lebih banyak membaca buku. Kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak salah, tetapi masalahnya adalah satu: tidak spesifik!

Anda ingin rutin berolahraga, tetapi berolahraga yang seperti apa? Berapa jam dalam sehari? Apa targetnya?

Bila anda tidak merumuskan kebiasaan anda dengan spesifik, maka pikiran anda juga akan kebingungan untuk mewujudkannya.

Buatlah tujuan kita dengan lebih spesifik. Daripada “saya ingin rutin berolahraga”, lebih baik ubah menjadi “saya ingin rutin jogging di taman dan pergi ke gym setidaknya 5 kali dalam seminggu, setiap pulang kerja”.

Penuhi unsur what (kegiatan apa), where (di mana), when (kapan), dan how (bagaimana).

Dengan lebih spesifik, maka kita akan lebih jelas untuk mulai melakukan kebiasaan itu. Kita akan tahu bahwa untuk rutin berolahraga, kita harus jogging di taman dan pergi berolahraga ke gym.

Anda juga bisa menggunakan strategi SMART untuk membantu anda menyusun target yang spesifik.

2. Alasan Anda Kurang Kuat

Anda ingin berolahraga agar menjadi lebih sehat? Anda ingin rajin membaca buku agar lebih cerdas? Alasan tersebut juga baik adanya. Namun mengapa anda masih gagal mewujudkannya?

Memiliki alasan adalah hal yang wajib agar anda bisa merealisasikan kebiasaan yang anda inginkan. Namun kadangkala kebiasaan tersebut gagal diwujudkan karena alasan yang kita miliki kurang kuat.

Mengapa anda ingin berolahraga? Agar lebih sehat, sehingga tidak mudah kelelahan lagi ketika bekerja. Meski sudah spesifik, namun alasan tersebut masih kurang kuat. Itu bukanlah alasan yang sesungguhnya.

Anda harus berani mengupas diri anda lagi agar anda bisa menemukan alasan yang sesungguhnya, alasan yang kuat.

Mengapa anda ingin berolahraga? Agar tidak mudah kelelahan. Namun alasan yang sesungguhnya adalah agar tidak mengecewakan atasan terus-menerus karena fisik yang terlalu lelah saat bekerja.

Maka itu alasan yang sesungguhnya, alasan yang berasal dari internal dan eksternal. Miliki alasan itu dan jadikan motivasi bagi anda untuk mengubah kebiasaan anda.

3. Anda Tidak Segera Memulai Langkah Anda

Memiliki tujuan dan alasan merupakan awal yang sudah sangat baik untuk membentuk kebiasaan positif. Namun semua itu tidak akan berguna apabila anda tidak segera memulai langkah anda. Anda harus segera memulai langkah awal anda, hari ini juga, segera. Apabila anda ingin memulai kebiasaan berolahraga, maka lakukan secepatnya. Segera siapkan sepatu anda dan langsung pergi jogging di taman pada sore hari ini, atau segera lakukan push up sebanyak 10 set. Bila anda ingin memulai kebiasaan membaca, maka segera pinjam buku di perpustakaan (atau beli di toko buku) sore ini juga dan baca.

Segera memulai langkah awal akan memberikan motivasi pada anda. Anda akan merasa bahwa anda akan berhasil melakukannya dan semakin dekat dengan tujuan. Jangan pernah menunda untuk melakukannya, sebab sekali anda menunda, maka anda akan terus menunda.

Segera Praktikkan Tips di Atas

Jangan menunda-nunda lagi. Segera rumuskan tujuan dan alasan anda untuk membentuk kebiasaan baru. Lakukan langkah awal anda segera setelah anda membaca tulisan ini. Anda juga bisa mendapatkan e-book berjudul “NLP for Better Habits”di sini.

Mari menjadi lebih baik.

Berlangganan dan Download E-Book Berkualitas dari Blog Psikologi, Gratis!

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *