Mengapa Senyum itu Baik? Ini Menurut Riset Terbaru…

Bila ada pepatah “senyum itu sehat”, nampaknya kini slogan tersebut bukan sekadar pepatah lagi, sebab ada penelitian terbaru yang menunjukkan pentingnya senyum.

Sebuah riset tahun 2012 yang dilakukan oleh Tara Kraft dan Sarah Pressman, yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Psychological Science, menunjukkan bahwa tersenyum dapat meningkatkan kebahagiaan. Dan kabar baiknya, pura-pura tersenyum pun menghasilkan efek yang sama!

Ternyata, ketika kita tersenyum (sekalipun secara pura-pura), gerakan yang terjadi pada sekitar bibir kita akan mengirimkan sinyal kepada otak. Oleh otak, sinyal tersebut diterima sebagai tanda-tanda bahwa kita sedang berada dalam kondisi senang, sehingga otak pun mengeluarkan hormon-hormon yang terkait dengan kebahagiaan. Itulah mengapa memaksa diri tersenyum memberikan efek yang positif.

Hasil riset ini bisa segera kita manfaatkan dalam kehidupan kita sehari-hari: ketika kita sedang mengalami masalah, menghadapi kesulitan, atau menemui kesedihan; kita bisa memaksa diri kita untuk tersenyum agar rasa sedih atau stres tersebut dapat berkurang. Memang, masalah kita tidak akan langsung selesai; tetapi bukankah masalah akan lebih mudah diselesaikan apabila kita memiliki suasana hati yang baik?

Riset tersebut menjelaskan lebih lanjut lagi bahwa senyum yang harus kita lakukan adalah senyum ala “Duchenne”, yakni senyum lebar yang sumringah. Senyum ini tidak hanya melibatkan bibir, tetapi juga melibatkan otot-otot di sekitar mata. Contohnya seperti gambar di bawah ini:

Manfaat senyum

Senyum Dua Jari ala Ajahn Brahm

Ajahn Brahm adalah seorang rohaniawan yang tinggal di Perth, Australia. Bukunya yang berjudul “Opening The Door of Your Heart” (di Indonesia terbit dengan judul “Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya”) mendapatkan penghargaan “One of The Best Spiritual Book” (buku spiritual terbaik) . Buku ini juga menjadi best seller di berbagai toko buku di Indonesia.

Di dalam buku itu juga, Ajahn Brahm mengajarkan cara untuk menjadi lebih bahagia secara sederhana, yang ia sebut sebagai senyum dua jari. Langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Pergi ke kamar mandi (atau kamar tidur juga bisa),
  • Carilah sebuah cermin dan berdirilah menghadap ke sana,
  • Angkat dua jari, taruh di kedua sudut mulut,
  • Tekanlah jari tersebut ke atas hingga kita tersenyum,
  • Lakukan setiap pagi.

Latihan senyum dua jari tersebut adalah latihan untuk membentuk senyum Duchenne, yang ternyata secara riset terbukti dapat membuat kita lebih riang.

Dengan demikian, jangan bermuram durja lagi ketika sedang menghadapi masalah! Tersenyumlah dan hadapi dengan optimisme.

Berlangganan dan Download E-Book Berkualitas dari Blog Psikologi, Gratis!

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *