Riset Terbaru 2018: Saran “Temukan Passion Anda” Bisa Jadi Berbahaya!

Dalam berbagai kesempatan, saya sering mendengar nasihat, “Temukan passion anda”, baik disampaikan secara non-formal dalam percakapan sehari-hari ataupun disampaikan oleh para pembicara publik dalam kelas-kelas motivasi.

Saran tersebut nampak bijaksana, sebab ia mengajarkan kita untuk menemukan dan mencari hal yang kita suka, kemudian mengerjakannya. Namun mulai saat ini sepertinya kita harus mulai berhati-hati menyampaikan saran tersebut, sebab penelitian yang dilakukan oleh Paul O’Keefe, Carol Dweck, dan Gregory Walton pada pertengahan tahun 2018 ini menemukan bahwa saran tersebut bisa membentuk mindset yang salah pada penerima saran tersebut. Penelitian ini perlu diperhatikan, sebab Carol Dweck merupakan salah satu peneliti senior asal Stanford University yang menulis buku “The Power of Mindset” pada tahun 2006 silam dan menjadi bestseller dunia. Selain itu, hasil dari penelitian ini juga dipublikasikan di jurnal Psychological Science yang merupakan salah satu referensi para akademisi psikologi dalam skala internasional.

Apa sebabnya saran, “temukan passion-mu” bisa jadi berbahaya?

Saran tersebut diketahui dapat membentuk fixed mindset – atau pola pikir tetap – yang diketahui dapat menghambat kesuksesan seseorang. Carol Dweck dalam bukunya The Power of Mindset menyatakan bahwa manusia bisa jatuh di antara dua mindset, yakni fixed (tetap) atau growth (bertumbuh). Di antara keduanya, growth mindset-lah yang seringkali dimiliki oleh orang-orang sukses.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran “temukan passion anda” mengimplikasikan bahwa kita akan sukses apabila mengerjakan sesuatu sesuai dengan minat. Hal ini membuat kita akan cepat menyerah ketika mengerjakan sesuatu dan gagal, kemudian kita akan merasa tidak menyukai hal tersebut dan mencari alasan dengan berpikir, “Aku tidak menyukai hal ini, ini bukan passion saya. Saya akan mencari dan mengerjakan hal lain!” Kemudian pola tersebut akan berulang ketika mengerjakan hal lainnya.

Sebab tidak mungkin kita tidak pernah menemui kegagalan dalam mengerjakan sesuatu, apalagi sesuatu yang baru.

Di sisi lain, kita disarankan untuk memiliki growth mindset, yakni pola pikir bahwa segala sesuatu bisa dikembangkan. Di sinilah O’Keefe dan kolega penelitinya memberi masukan. Daripada mencari dan menemukan passion, lebih baik kembangkan passion kita. Lihatlah hal yang sedang kita kerjakan saat ini, apakah masih ada yang bisa kembangkan? O’Keefe dan rekannya menyarankan agar kita terbuka pada hal-hal baru, tetapi dalam konteks mengembangkan minat yang sudah kita miliki saat ini; alih-alih berpindah minat / passion dan mengerjakan sesuatu yang benar-benar baru.

Jadi, jangan temukan – tetapi kembangkan. Terbukalah terhadap hal-hal baru dan lihat peluang apa yang bisa kita ambil untuk mengembangkan hal-hal yang sedang kita kerjakan saat ini.

gar – 181229

Berlangganan dan Download E-Book Berkualitas dari Blog Psikologi, Gratis!

Written by Garvin

Psikolog dan dosen psikologi di salah satu universitas swasta di Jakarta Utara.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *